VIVAnews – Saat ini, musim salju tengah menyelimuti negara-negara di kawasan utara garis khatulistiwa. Menurut ramalan cuaca berbagai instansi, musim dingin yang gawat akan terus melanda hingga pertengahan atau akhir Januari ini.

Berdasarkan ramalan tersebut, AccuWeather, lembaga pemantau cuaca asal Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1962 menyebutkan, Januari 2011 akan menjadi Januari terdingin sejak tahun 1985 lalu atau dalam kurun waktu 26 tahun terakhir, di Amerika Serikat.

“Meski terjadi cuaca dingin di luar kewajaran di sejumlah kawasan dalam beberapa tahun terakhir, secara keseluruhan Amerika Serikat tidak pernah mengalami musim dingin menyeluruh seperti ini sejak tahun 1980-an,” kata Joe Bastardi, Chief Long Range Forecaster AccuWeather.

Iklim dingin yang memecahkan rekor sendiri telah menghantam sebagian besar kawasan barat Amerika Serikat di beberapa hari pertama bulan Januari. Udara membeku menyergap kawasan utara, sementara di bagian timur dan selatan telah mengalami pendinginan secara dramatis sejak akhir pekan ini.

Bastardi menyebutkan, udara beku Antartika yang biasanya terkunci di kawasan Kanada kini terhembus ke arah selatan. Ini membuat suhu di negara-negara di bagian selatan menjadi di luar normal.

“Angin dari Antartika akan terus berhembus ke seluruh penjuru negeri mulai pekan ini, dan akan terus berlanjut hingga pekan depan,” kata Bastardi. “Periode antara 10 sampai 20 Januari ini diperkirakan musim dingin akan mencapai titik puncak dengan kawasan utara AS yang akan mengalami kondisi terburuk,” ucapnya.

Advertisements